
Kartu grafis terbaru dengan kemampuan tinggi mudah dideteksi. Tinggal lihat saja kapasitas memori dan kecepatan prosesor yang dimilikinya. Semakin besar kapasitas memori, dan makin tinggi kecepatan prosesornya, maka kinerjanya dijamin besar.
Sebelum memilih kartu grafis yang tepat, tentukan dulu kebutuhan komputasi Anda. Aktivitas apa saja yang Anda lakukan dengan komputer. Jika hanya untuk penggunaan aplikasi kantoran, browsing internet, atau e-mail, tak pelu kartu grafis yang berkemampuan tinggi. Dengan kartu grafis onboard pun, aktivitas tersebut sudah dapat dilakukan.
Namun, jika Anda adalah seorang gamer, praktisi desain 3D, atau video editor, high end graphic card boleh dipertimbangkan. Ukuran performa peranti tersebut dapat dilihat dalam stuan ukuran frame rate, yang akan mengukur berapa banyak gambar utuh yang dapat ditampilkan kartu grafis tiap detiknya.
Lihat Spesifikasi
Faktor pertama yang harus diperhatikan adalah koneksi yang digunakan. Sesuaikan dengan slot
koneksi yang ada pada motherboard. Terdapat dua jenis kartu slot grafis yang sekarang sedang ramai di pasaran, yaitu AGP (biasanya ditandai dengan slot berwarna cokelat) dan PCI-Express (slot berwarna hitam).
Jenis slot AGP sudah sangat jarang dijumpai pada motherboard keluaran terbaru. Kini, sebagian besar motherboard menggunakan PCI-E.
Perhatikanlah spesifikasi kartu VGA. Empat hal yang perlu diperhatikan dari spesifikasi perangkat ini adalah kapasitas memori, jenis memori, memory bandwidth/interface, dan juga tentu saja kecepatan GPU (GPU clock speed).
Misalnya Anda menemukan kartu grafis dengan spesifikasi sebagai berikut: 512MB DDR3, 256-bit. Angka 512MB adalah kapasitas memori yang dimiliki kartu grafis. Nilai ini mempengaruhi besaran resolusi yang mampu didukung oleh VGA itu. Jika Anda ingin monitor berukuran besar yang tentunya memiliki ukuran resolusi yang juga besar, maka kapasitas memorinya harus memadai.
Keterangan DDR3 adalah informasi jenis memori yang yang dipakai. Jenis memori menunjukkan kemampuan dan kecepatan akses data dari motherboard ke kartu grafis dan sebaliknya. DDR3 memiliki kecepatan transfer yang lebih tinggi dibandingkan jenis DDR2 atau versi sebelumnya.
Memory bandwidth ditunjukkan dengan satua ukuran “bit”, di mana ditunjukkan dengan angka 256-bit. Semakin besar memory bus, semakin banyak pula data yang di transfer dalam satu waktu. Ibarat sebuah pipa, semakin besar ukuran pipanya, semakin besar kapasitas air yang melaluinya.
Prosesor pada kartu grafis seperti pada prosesor komputer. Semakin besar angkanya, maka performanya semakin tinggi. Performanya diukur dengan satuan MHz. Sama seperti prosesor komputer (CPU), GPU pun sudah ada yang dual core.
Faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah port keluarannya. Ada yang masih D-Sub atau VGA, DVI, bahkan ada yang sudah berjenis HDMI (High-Definition Multimedia Interface) untuk monitor LCD yang sudah berkualitas High Definition. Port tambahan seperti S-Video Out untuk koneksi ke TV dan dual monitor juga turut dipertimbangkan demi kebutuhan.
Pilih On-Board atau Terpisah
Ada dua jenis kartu grafis, on-board (terpasang secara built-in dan menjadi salah satu fitur dalam motherboard) dan add-on (kartu grafis yang berdiri sendiri). Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri.
Memilih dua jenis ini bisa juga tergantung dari dana yang dimiliki. Jika terbatas dan kebutuhan berkomputer Anda tak tinggi, tentu VGA card on-board layak dipertimbangkan. Untuk harga, tentu saja lebih murah katimbang Anda harus membeli dua peranti, kartu grafis terpisah dan motherboard. Kartu grafis on-board sudah terintegrasi dengan motherboard, sehingga bisa dipastikan masalah ketidaksesuaian keduanya nihil.
Dari sisi kinerja, VGA Card on-board memang memiliki keterbatasan. Biasanya peranti ini tidak memiliki memori sendiri, karenanya peranti ini harus berbagi suplai memori dari perangkat memori (RAM) yang terpasang di motherboard. Ini bisa menyebabkan kapasitas RAM berkurang, dan mempengaruhi kinerja komputer secara keseluruhan. Untungnya, beberapa produsen mulai menyisipkan memori terpisah untuk kartu grafis on-board.
Kinerja VGA card on-board sedikit terbatas, terutama untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan kinerja tinggi, seperti game 3D atau pembuat gambar tiga dimensi. Motherboard dengan VGA card on-board biasanya berukuran lebih kecil dibandingkan motherboard tanpa kartu grafis, atau desain ini disebut dengan microATX (mATX). Tujuannya adalah untuk memangkas harga. Beberapa motherboard tetap menyediakan slot tambahan untuk kartu grafis meski sudah menyediakan VGA card on-board.
Akibatnya, jumlah slot tambahan untuk koneksi sekunder lebih sedikit. Jika Anda menginginkan kemampuan maksimal dari VGA card, tentu saja jenis add-on yang mesti dipilih, meskipun untuk itu Anda harus menyisihkan dana untuk tambahan. (PCplus, 319)
Agar Selamat, Pilih VGA dengan Cermat

Kartu grafis terbaru dengan kemampuan tinggi mudah dideteksi. Tinggal lihat saja kapasitas memori dan kecepatan prosesor yang dimilikinya. Semakin besar kapasitas memori, dan makin tinggi kecepatan prosesornya, maka kinerjanya dijamin besar.
Sebelum memilih kartu grafis yang tepat, tentukan dulu kebutuhan komputasi Anda. Aktivitas apa saja yang Anda lakukan dengan komputer. Jika hanya untuk penggunaan aplikasi kantoran, browsing internet, atau e-mail, tak pelu kartu grafis yang berkemampuan tinggi. Dengan kartu grafis onboard pun, aktivitas tersebut sudah dapat dilakukan.
Namun, jika Anda adalah seorang gamer, praktisi desain 3D, atau video editor, high end graphic card boleh dipertimbangkan. Ukuran performa peranti tersebut dapat dilihat dalam stuan ukuran frame rate, yang akan mengukur berapa banyak gambar utuh yang dapat ditampilkan kartu grafis tiap detiknya.
Lihat Spesifikasi
Faktor pertama yang harus diperhatikan adalah koneksi yang digunakan. Sesuaikan dengan slot
koneksi yang ada pada motherboard. Terdapat dua jenis kartu slot grafis yang sekarang sedang ramai di pasaran, yaitu AGP (biasanya ditandai dengan slot berwarna cokelat) dan PCI-Express (slot berwarna hitam).
Jenis slot AGP sudah sangat jarang dijumpai pada motherboard keluaran terbaru. Kini, sebagian besar motherboard menggunakan PCI-E.
Perhatikanlah spesifikasi kartu VGA. Empat hal yang perlu diperhatikan dari spesifikasi perangkat ini adalah kapasitas memori, jenis memori, memory bandwidth/interface, dan juga tentu saja kecepatan GPU (GPU clock speed).
Misalnya Anda menemukan kartu grafis dengan spesifikasi sebagai berikut: 512MB DDR3, 256-bit. Angka 512MB adalah kapasitas memori yang dimiliki kartu grafis. Nilai ini mempengaruhi besaran resolusi yang mampu didukung oleh VGA itu. Jika Anda ingin monitor berukuran besar yang tentunya memiliki ukuran resolusi yang juga besar, maka kapasitas memorinya harus memadai.
Keterangan DDR3 adalah informasi jenis memori yang yang dipakai. Jenis memori menunjukkan kemampuan dan kecepatan akses data dari motherboard ke kartu grafis dan sebaliknya. DDR3 memiliki kecepatan transfer yang lebih tinggi dibandingkan jenis DDR2 atau versi sebelumnya.
Memory bandwidth ditunjukkan dengan satua ukuran “bit”, di mana ditunjukkan dengan angka 256-bit. Semakin besar memory bus, semakin banyak pula data yang di transfer dalam satu waktu. Ibarat sebuah pipa, semakin besar ukuran pipanya, semakin besar kapasitas air yang melaluinya.
Prosesor pada kartu grafis seperti pada prosesor komputer. Semakin besar angkanya, maka performanya semakin tinggi. Performanya diukur dengan satuan MHz. Sama seperti prosesor komputer (CPU), GPU pun sudah ada yang dual core.
Faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah port keluarannya. Ada yang masih D-Sub atau VGA, DVI, bahkan ada yang sudah berjenis HDMI (High-Definition Multimedia Interface) untuk monitor LCD yang sudah berkualitas High Definition. Port tambahan seperti S-Video Out untuk koneksi ke TV dan dual monitor juga turut dipertimbangkan demi kebutuhan.
Pilih On-Board atau Terpisah
Ada dua jenis kartu grafis, on-board (terpasang secara built-in dan menjadi salah satu fitur dalam motherboard) dan add-on (kartu grafis yang berdiri sendiri). Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri.
Memilih dua jenis ini bisa juga tergantung dari dana yang dimiliki. Jika terbatas dan kebutuhan berkomputer Anda tak tinggi, tentu VGA card on-board layak dipertimbangkan. Untuk harga, tentu saja lebih murah katimbang Anda harus membeli dua peranti, kartu grafis terpisah dan motherboard. Kartu grafis on-board sudah terintegrasi dengan motherboard, sehingga bisa dipastikan masalah ketidaksesuaian keduanya nihil.
Dari sisi kinerja, VGA Card on-board memang memiliki keterbatasan. Biasanya peranti ini tidak memiliki memori sendiri, karenanya peranti ini harus berbagi suplai memori dari perangkat memori (RAM) yang terpasang di motherboard. Ini bisa menyebabkan kapasitas RAM berkurang, dan mempengaruhi kinerja komputer secara keseluruhan. Untungnya, beberapa produsen mulai menyisipkan memori terpisah untuk kartu grafis on-board.
Kinerja VGA card on-board sedikit terbatas, terutama untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan kinerja tinggi, seperti game 3D atau pembuat gambar tiga dimensi. Motherboard dengan VGA card on-board biasanya berukuran lebih kecil dibandingkan motherboard tanpa kartu grafis, atau desain ini disebut dengan microATX (mATX). Tujuannya adalah untuk memangkas harga. Beberapa motherboard tetap menyediakan slot tambahan untuk kartu grafis meski sudah menyediakan VGA card on-board.
Akibatnya, jumlah slot tambahan untuk koneksi sekunder lebih sedikit. Jika Anda menginginkan kemampuan maksimal dari VGA card, tentu saja jenis add-on yang mesti dipilih, meskipun untuk itu Anda harus menyisihkan dana untuk tambahan. (PCplus, 319)





