Kamis, 10 Desember 2009

Pilih VGA dengan Cermat


Kartu grafis terbaru dengan kemampuan tinggi mudah dideteksi. Tinggal lihat saja kapasitas memori dan kecepatan prosesor yang dimilikinya. Semakin besar kapasitas memori, dan makin tinggi kecepatan prosesornya, maka kinerjanya dijamin besar.

Sebelum memilih kartu grafis yang tepat, tentukan dulu kebutuhan komputasi Anda. Aktivitas apa saja yang Anda lakukan dengan komputer. Jika hanya untuk penggunaan aplikasi kantoran, browsing internet, atau e-mail, tak pelu kartu grafis yang berkemampuan tinggi. Dengan kartu grafis onboard pun, aktivitas tersebut sudah dapat dilakukan.

Namun, jika Anda adalah seorang gamer, praktisi desain 3D, atau video editor, high end graphic card boleh dipertimbangkan. Ukuran performa peranti tersebut dapat dilihat dalam stuan ukuran frame rate, yang akan mengukur berapa banyak gambar utuh yang dapat ditampilkan kartu grafis tiap detiknya.


Lihat Spesifikasi

Faktor pertama yang harus diperhatikan adalah koneksi yang digunakan. Sesuaikan dengan slot koneksi yang ada pada motherboard. Terdapat dua jenis kartu slot grafis yang sekarang sedang ramai di pasaran, yaitu AGP (biasanya ditandai dengan slot berwarna cokelat) dan PCI-Express (slot berwarna hitam).

Jenis slot AGP sudah sangat jarang dijumpai pada motherboard keluaran terbaru. Kini, sebagian besar motherboard menggunakan PCI-E.

Perhatikanlah spesifikasi kartu VGA. Empat hal yang perlu diperhatikan dari spesifikasi perangkat ini adalah kapasitas memori, jenis memori, memory bandwidth/interface, dan juga tentu saja kecepatan GPU (GPU clock speed).

Misalnya Anda menemukan kartu grafis dengan spesifikasi sebagai berikut: 512MB DDR3, 256-bit. Angka 512MB adalah kapasitas memori yang dimiliki kartu grafis. Nilai ini mempengaruhi besaran resolusi yang mampu didukung oleh VGA itu. Jika Anda ingin monitor berukuran besar yang tentunya memiliki ukuran resolusi yang juga besar, maka kapasitas memorinya harus memadai.

Keterangan DDR3 adalah informasi jenis memori yang yang dipakai. Jenis memori menunjukkan kemampuan dan kecepatan akses data dari motherboard ke kartu grafis dan sebaliknya. DDR3 memiliki kecepatan transfer yang lebih tinggi dibandingkan jenis DDR2 atau versi sebelumnya.

Memory bandwidth ditunjukkan dengan satua ukuran “bit”, di mana ditunjukkan dengan angka 256-bit. Semakin besar memory bus, semakin banyak pula data yang di transfer dalam satu waktu. Ibarat sebuah pipa, semakin besar ukuran pipanya, semakin besar kapasitas air yang melaluinya.

Prosesor pada kartu grafis seperti pada prosesor komputer. Semakin besar angkanya, maka performanya semakin tinggi. Performanya diukur dengan satuan MHz. Sama seperti prosesor komputer (CPU), GPU pun sudah ada yang dual core.

Faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah port keluarannya. Ada yang masih D-Sub atau VGA, DVI, bahkan ada yang sudah berjenis HDMI (High-Definition Multimedia Interface) untuk monitor LCD yang sudah berkualitas High Definition. Port tambahan seperti S-Video Out untuk koneksi ke TV dan dual monitor juga turut dipertimbangkan demi kebutuhan.

Pilih On-Board atau Terpisah

Ada dua jenis kartu grafis, on-board (terpasang secara built-in dan menjadi salah satu fitur dalam motherboard) dan add-on (kartu grafis yang berdiri sendiri). Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri.

Memilih dua jenis ini bisa juga tergantung dari dana yang dimiliki. Jika terbatas dan kebutuhan berkomputer Anda tak tinggi, tentu VGA card on-board layak dipertimbangkan. Untuk harga, tentu saja lebih murah katimbang Anda harus membeli dua peranti, kartu grafis terpisah dan motherboard. Kartu grafis on-board sudah terintegrasi dengan motherboard, sehingga bisa dipastikan masalah ketidaksesuaian keduanya nihil.

Dari sisi kinerja, VGA Card on-board memang memiliki keterbatasan. Biasanya peranti ini tidak memiliki memori sendiri, karenanya peranti ini harus berbagi suplai memori dari perangkat memori (RAM) yang terpasang di motherboard. Ini bisa menyebabkan kapasitas RAM berkurang, dan mempengaruhi kinerja komputer secara keseluruhan. Untungnya, beberapa produsen mulai menyisipkan memori terpisah untuk kartu grafis on-board.

Kinerja VGA card on-board sedikit terbatas, terutama untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan kinerja tinggi, seperti game 3D atau pembuat gambar tiga dimensi. Motherboard dengan VGA card on-board biasanya berukuran lebih kecil dibandingkan motherboard tanpa kartu grafis, atau desain ini disebut dengan microATX (mATX). Tujuannya adalah untuk memangkas harga. Beberapa motherboard tetap menyediakan slot tambahan untuk kartu grafis meski sudah menyediakan VGA card on-board.

Akibatnya, jumlah slot tambahan untuk koneksi sekunder lebih sedikit. Jika Anda menginginkan kemampuan maksimal dari VGA card, tentu saja jenis add-on yang mesti dipilih, meskipun untuk itu Anda harus menyisihkan dana untuk tambahan. (PCplus, 319)

Agar Selamat, Pilih VGA dengan Cermat

2 Comments

Kartu grafis terbaru dengan kemampuan tinggi mudah dideteksi. Tinggal lihat saja kapasitas memori dan kecepatan prosesor yang dimilikinya. Semakin besar kapasitas memori, dan makin tinggi kecepatan prosesornya, maka kinerjanya dijamin besar.

Sebelum memilih kartu grafis yang tepat, tentukan dulu kebutuhan komputasi Anda. Aktivitas apa saja yang Anda lakukan dengan komputer. Jika hanya untuk penggunaan aplikasi kantoran, browsing internet, atau e-mail, tak pelu kartu grafis yang berkemampuan tinggi. Dengan kartu grafis onboard pun, aktivitas tersebut sudah dapat dilakukan.

Namun, jika Anda adalah seorang gamer, praktisi desain 3D, atau video editor, high end graphic card boleh dipertimbangkan. Ukuran performa peranti tersebut dapat dilihat dalam stuan ukuran frame rate, yang akan mengukur berapa banyak gambar utuh yang dapat ditampilkan kartu grafis tiap detiknya.


Lihat Spesifikasi

Faktor pertama yang harus diperhatikan adalah koneksi yang digunakan. Sesuaikan dengan slot koneksi yang ada pada motherboard. Terdapat dua jenis kartu slot grafis yang sekarang sedang ramai di pasaran, yaitu AGP (biasanya ditandai dengan slot berwarna cokelat) dan PCI-Express (slot berwarna hitam).

Jenis slot AGP sudah sangat jarang dijumpai pada motherboard keluaran terbaru. Kini, sebagian besar motherboard menggunakan PCI-E.

Perhatikanlah spesifikasi kartu VGA. Empat hal yang perlu diperhatikan dari spesifikasi perangkat ini adalah kapasitas memori, jenis memori, memory bandwidth/interface, dan juga tentu saja kecepatan GPU (GPU clock speed).

Misalnya Anda menemukan kartu grafis dengan spesifikasi sebagai berikut: 512MB DDR3, 256-bit. Angka 512MB adalah kapasitas memori yang dimiliki kartu grafis. Nilai ini mempengaruhi besaran resolusi yang mampu didukung oleh VGA itu. Jika Anda ingin monitor berukuran besar yang tentunya memiliki ukuran resolusi yang juga besar, maka kapasitas memorinya harus memadai.

Keterangan DDR3 adalah informasi jenis memori yang yang dipakai. Jenis memori menunjukkan kemampuan dan kecepatan akses data dari motherboard ke kartu grafis dan sebaliknya. DDR3 memiliki kecepatan transfer yang lebih tinggi dibandingkan jenis DDR2 atau versi sebelumnya.

Memory bandwidth ditunjukkan dengan satua ukuran “bit”, di mana ditunjukkan dengan angka 256-bit. Semakin besar memory bus, semakin banyak pula data yang di transfer dalam satu waktu. Ibarat sebuah pipa, semakin besar ukuran pipanya, semakin besar kapasitas air yang melaluinya.

Prosesor pada kartu grafis seperti pada prosesor komputer. Semakin besar angkanya, maka performanya semakin tinggi. Performanya diukur dengan satuan MHz. Sama seperti prosesor komputer (CPU), GPU pun sudah ada yang dual core.

Faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah port keluarannya. Ada yang masih D-Sub atau VGA, DVI, bahkan ada yang sudah berjenis HDMI (High-Definition Multimedia Interface) untuk monitor LCD yang sudah berkualitas High Definition. Port tambahan seperti S-Video Out untuk koneksi ke TV dan dual monitor juga turut dipertimbangkan demi kebutuhan.

Pilih On-Board atau Terpisah

Ada dua jenis kartu grafis, on-board (terpasang secara built-in dan menjadi salah satu fitur dalam motherboard) dan add-on (kartu grafis yang berdiri sendiri). Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri.

Memilih dua jenis ini bisa juga tergantung dari dana yang dimiliki. Jika terbatas dan kebutuhan berkomputer Anda tak tinggi, tentu VGA card on-board layak dipertimbangkan. Untuk harga, tentu saja lebih murah katimbang Anda harus membeli dua peranti, kartu grafis terpisah dan motherboard. Kartu grafis on-board sudah terintegrasi dengan motherboard, sehingga bisa dipastikan masalah ketidaksesuaian keduanya nihil.

Dari sisi kinerja, VGA Card on-board memang memiliki keterbatasan. Biasanya peranti ini tidak memiliki memori sendiri, karenanya peranti ini harus berbagi suplai memori dari perangkat memori (RAM) yang terpasang di motherboard. Ini bisa menyebabkan kapasitas RAM berkurang, dan mempengaruhi kinerja komputer secara keseluruhan. Untungnya, beberapa produsen mulai menyisipkan memori terpisah untuk kartu grafis on-board.

Kinerja VGA card on-board sedikit terbatas, terutama untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan kinerja tinggi, seperti game 3D atau pembuat gambar tiga dimensi. Motherboard dengan VGA card on-board biasanya berukuran lebih kecil dibandingkan motherboard tanpa kartu grafis, atau desain ini disebut dengan microATX (mATX). Tujuannya adalah untuk memangkas harga. Beberapa motherboard tetap menyediakan slot tambahan untuk kartu grafis meski sudah menyediakan VGA card on-board.

Akibatnya, jumlah slot tambahan untuk koneksi sekunder lebih sedikit. Jika Anda menginginkan kemampuan maksimal dari VGA card, tentu saja jenis add-on yang mesti dipilih, meskipun untuk itu Anda harus menyisihkan dana untuk tambahan. (PCplus, 319)

USB 3.0

usb 3.0

Lagi, USB, interface tersukses yang menghubungkan perangkat eksternal dengan komputer akan mengalami perubahan mengikuti perkembangan kebutuhan konektivitas bandwidth yang semakin besar. Setelah Wireless USB, USB 3.0 akan segera meluncur ke pasaran. USB 3.0 yang dijuluki SuperSpeed-USB ini akan menggantikan pendahulunya, USB 2.0 (Hi-Speed USB) yang telah berusia 8 tahun.

Bila USB 2.0 meningkatkan transfer rate pendahulunya, dari 12 MBps menjadi 480 MBps, USB 3.0 akan menaikkannya 10 kali lipat menjadi 4,8 GBps. Pada 2007, Intel telah mendemonstrasikan SuperSpeed USB dalam acara Intel Developer Forum.

Spesifikasi versi 1.0 dari USB 3.0 telah dirampungkan pada 17 November 2008. Bila USB Implementers Forum (USB-IF) mengambil alih pengelolaan dan mempublikasikan dokumen teknis yang dibutuhkan, produk-produk yang menggunakan protokol USB 3.0 dikembangkan oleh pabrik-pabrik hardware.

Kompatibilitas

Seperti halnya upgrade dari USB 1.1 ke 2.0, konektor dan kabel USB 3.0 tetap kompatible dengan hardware yang dirancang untuk versi-versi USB sebelumnya. Tentu saja, Anda tidak bisa memaksimalkan bandwidth dari perangkat dan port SuperSpeed tanpa menggunakan kabel USB 3.0 ke dalam port 2.0.

Kompatibilitas ini terletak pada desai konektor USB yang baru. Kabel USB 2.0 terdiri dari empat jalur. Sepasang jalur untuk transfer data in/out, satu jalur untuk power, dan satu jalur untuk grounding. USB 3.0 menambahkan lima jalur baru. Jalur-jalur baru ini terletak sejajar (paralel) dengan jalur lama. Ini artinya, Anda bisa membedakan antara kabel 2.0 dengan 3.0 hanya dengan melihat ujung konektornya.

Dua jalur baru akan didedikasikan untuk mengirim data, sementara sepasang lainnya akan menangani penerimaan data. Hal ini tidak saja akan meningkatkan kecepatan secara signifikan, tapi juga memungkinkan USB 3.0 untuk membaca dan menulis data dalam waktu yang bersamaan. Pada USB 2.0, jalur data untuk pengiriman dan penerimaan data tidak dipisahkan.

Transfer dan Power

Seperti yang telah disebutkan di atas, USB 3.0 memiliki kecepatan transfer data sepuluh kali lipat dari batas maksimum 480 Mbps USB 2.0. Dengan kecepatan baru ini, transfer 27GB film berkualitas HD ke dalam media player masa depan hanya membutuhkan waktu 70 detik. Sementara pada USB 2.0, untuk mentransfer sata yang sama, dibutuhkan waktu 15 menit, bahkan lebih.

Kecepatan transfer ini hanya bisa dirasakan apabila Anda menggunakan media penyimpanan portabel yang mampu menulis data dengan cepat. Perangkat solid state akan banyak menikmati peningkatan kecepatan transfer ini, sementara harddisk magnetik akan terkendala pada RPM dan kecepatan maksimum read/write mereka. Perangkat berbasis flash baru pun harus dikembangkan agar dapat mengambil manfaat dari peningkatan kecepatan ini.

USB-IF mencatat pertumbuhan perangkat portabel yang melakukan pengisian battery melalui USB (ponsel, MP3 player, kamera digital, dan lain-lain). Oleh karena itu, USB 3.0 tidak hanya dirancang untuk lebih cepat mentransfer data, melainkan juga membawa power yang lebih besar, dari kisaran 100 miliAmphere pada USB 2.0 menjadi 900 miliAmphere pada USB 3.0.

Salah satu catatan pada spesifikasi baru ini adalah penggunaan power yang lebih efisien. USB 3.0 dilengkapi dengan protokol interupt-driven baru, yang akan membuat power perangkat nonaktif atau idle (tidak sedang di-charge oleh port USB) tidak tersedot oleh host controller. Untuk memulai mentransfer data, perangkat tersebut akan mengirim sinyal aktivasi terlebih dahulu.

Dukungan Sistem Operasi

Dalam acara SuperSpeed Developer Conference, November 2008, Microsoft mengumumkan bahwa Windows 7 telah mendukung USB 3.0, boleh jadi tidak langsung rilis sekarang, melainkan pada Service Pack atau update berikutnya. Demikian pula pada Windows Vista, yang kemungkinan besar akan mendukung USB 3.0. Hingga saat ini, dukungan SuperSpeed untuk Windows XP masih belum diketahui.

Dengan komunitas open source di belakangnya, Linux dipastikan akan segera mengadopsi USB 3.0 begitu spesifikasinya dibuka untuk publik. Seperti biasa, Apple tetap bungkam terhadap isu dukungan SuperSpeed pada Mac OS X. Namun opini yang berkembang meyakinkan bahwa Apple pun akan mengadopsi USB 3.0, meski menjadi ancaman bagi interface native mereka, FireWire.

Melihat kesigapan dan antusisme pengembang sistem operasi, boleh jadi pengguna Linux-lah yang akan menjadi orang pertama yang bisa menikmati fitur-fitur anyar yang ada pada USB3.0. Seperti biasa, dalam setiap rilis software baru, dukungan bagi USB 3.0 akan berlangsung secara bertahap. Dukungan awal untuk spesifikasi ini mungkin belum sepenuhnya memanfaatkan fitur yang tersedia pada USB 3.0. (PCmild, 15/2009)

Spesifikasi SATA 3.0

Organisasi Internasional Serial ATA (SATA-IO) hari ini mengumumkan spesifikasi dari Serial ATA atau SATA revisi 3.0. Interface SATA terbaru ini memberikan kemampuan dalam data-link sampai up-to enam gigabit per detik (Gb/sec) antar storage unit (Harddisk,Optical,dll). SATA 3.0 juga memberikan kelebihan dalam multimeda application

untuk meningkatkan fungsionalitas, dan juga compatibility backward untuk versi SATA sebelumnya 1.5 dan 3 Gb/sec.

Spesifikasi SATA 3.0 meningkatkan kecepatan maksimum transfer dengan teknologi yang lebih baik dari sebelumnya, dan juga merupakan low cost dan low power consumption atau konsumsi daya rendah melalui kemampuan power management yang telah diperbarui.

Native Command Queueing (NCQ) terbaru juga telah disiapkan di revisi 3.0 yang memungkinkan isochronous dalam transfer data khususnya untuk aplikasi audio dan video yang haus bandwidth. Revisi 3.0 juga memberikan tipe konektor baru untuk mengakomodasi optical drive (DVD/CD) kecil yang berukuran 7mm untuk notebook yang ringan ataupun tipis.

Kabel yag digunakan tidak jauh berbeda bahkan kabel yang ada saat ini dapat digunakan untuk mengoperasikan SATA 6 Gb/sec, bagaimanapun juga kabel yang ada saat ini hanya mampu mentransfer pada kecepatan 3 Gb/sec. Sehingga untuk meningkatkan performa secara maksimal sebaiknya menggunakan kabel yang mendukung SATA 3.0 dengan kecepatan 6 Gb/sec.