Dalam artikel ini penulis hendak membahas SSD, atau Solid State Drive. Dikutip dari Wikipedia, SSD adalah media simpan yang menggunakan memori solid-state untuk menyimpan data tetap. “Solid-state” sendiri adalah (lagi-lagi dikutip dari Wikipedia) komponen, sistem, atau alat elektronik yang seluruhnya berdasarkan semikonduktor, misalnya transistor, chip mikroprosesor, atau memori gelembung. Solid-state merupakan hal yang biasa dalam elektronika dewasa ini, tapi menjadi tidak biasa ketika diterapkan pada harddisk yang umumnya berbasis motor penggerak + piringan magnetik.
Jadi pada intinya: SSD adalah RAM komputer, tapi datanya menetap.
Contoh SSD: USB Drive, dan “harddisk” laptop terutama pada laptop generasi terbaru (2009 ke atas).
SSD memiliki beberapa kelebihan dibanding harddisk cakram, misalnya:
- dalam SSD tidak ada bagian bergerak semisal motor, cakram atau kepala baca, jadi tidak ada suara dan tidak ada resiko kegagalan bagian bergerak.
- pendeknya jangka waktu antara “mulai dinyalakan” sampai “dapat digunakan”, karena SSD tidak perlu men-starter motor yang menggerakkan kepala baca.
- selain lebih cepat membaca data, juga kecepatan baca data lebih stabil. tidak perlu menyesuaikan posisi kepala baca untuk data yang bagian-bagiannya terpencar-pencar di seluruh media.
- bandel: jauh lebih tahan bekerja dalam kondisi-kondisi ekstrem semisal suhu tinggi, getaran, goncangan, bahkan benturan (dalam batasan tertentu).
- ukurannya lebih kecil daripada harddisk.
- dan lain-lain.
kekurangannya juga ada:
- MAHAL: ketika tulisan ini dinaikkan ke web (Februari 2009), perbandingan gigabyte-per-rupiah untuk SSD masih rendah dibandingkan harddisk.
- kurangnya kapasitas: harddisk sudah melewati angka 1 Terabyte, sedangkan SSD sebesar itu belum ada di pasaran untuk saat ini.
- terbatasnya daur bacatulis: sel penyimpanan data dalam sebuah SSD bisa aus kalau terus menerus dipakai, walaupun jarak antara mulai digunakan sampai aus umumnya sangat panjang.
- dan lain-lain.
SSD mulai lazim dipakai pada laptop, misalnya pada proyek “One Laptop Per Child” yang ditujukan untuk pendidikan anak-anak di negara berkembang. Penerapan SSD pada laptop OLPC sangat tepat, karena umumnya anak-anak yang akan menggunakan laptop OLPC hidup di wilayah yang keadaannya lebih sulit dibanding negara-negara maju.
Laptop EEE (yang bentuknya seperti laptop mainan itu) juga menggunakan SSD, untuk mengurangi ruangan yang dipakai.
Penulis sendiri yakin bahwa dalam beberapa tahun ke depan, semua media simpan akan berupa SSD. Ini terutama karena pengalaman penulis sendiri yang sering mengalami kegagalan cakram harddisk, yang berakibat “bad sector” ;-D. (Harddisk 640gb tewas mengenaskan karena kegagalan motor yang mengakibatkan cakram tergores oleh kepala baca, lol)



