Senin, 22 Maret 2010
Otak Terbaru Untuk Notebook
by CHIP Team | March 17th, 2010 | Categories: Hardware
Janji Intel untuk membuat prosesor yang benar-benar baru pada tahun 2010 telah ditepati dengan diluncurkannya Intel i3 dan i5 dengan code Arrandale yang diklaim lebih bertenaga dibandingkan sebelumnya.
Intel akhirnya menghadirkan prosesor yang benar-benar baru yang ditujukan untuk perangkat mobile. Prosesor ini dikatakan baru karena tidak lagi menggunakan fabrikasi prosesor Core 2 Duo, tetapi sudah menggunakan fabrikasi 32nm. Dalam sebuah prosesor, Anda akan mendapatkan sebuah core CPU dan sebuah core GPU. Arsitektur yang digunakan sama persis dengan Clarkdale. Hanya saja pada prosesor Arrandale Anda akan mendapatkan sebuah prosesor dengan kode Wesmere dengan fabrikasi 32nm dan sebuah Intel graphics dengan fabrikasi 42nm. Hal ini akan membuat dimensi sebuah motherboard notebook menjadi lebih ramping dikarenakan GPU sudah ter-integrasi ke dalam prosesor. Generasi pertama Arrandale mempunyai TDP sebesar 35 watt termasuk untuk menyalakan GPU. TDP yang dicantumkan tidaklah mutlak karena bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan prosesor. Hal ini juga yang membuat prosesor Arrandale diklaim semakin irit daya. Tidak hanya itu, untuk kelas prosesor low voltage nantinya akan mempunyai TDP 18 watt sehingga daya yang digunakan semakin kecil. Untuk saat ini, prosesor yang tersedia baru Intel i3 dan i5. Nantinya, Intel akan meluncurkan untuk kelas i7. Apa yang membedakannya dengan prosesor desktop? Pada notebook CPU dan GPU akan berbagi konsumsi daya atau Intel menyebutnya dengan “Graphics Turbo”.
Cara kerjanya sangat simpel, bila sebuah aplikasi lebih mempergunakan CPU, maka daya yang dipakai akan diberikan kepada CPU untuk berkerja penuh dan GPU akan berkerja seminim mungkin. Ini juga berlaku sebaliknya, CPU dan GPU dapat berkerja maksimal bersamaan tergantung keperluan. Selain itu, pada prosesor i5 terdapat Intel Turbo Boost di mana prosesor dapat berkerja lebih dari clock sebenarnya bila diperlukan.
Bisa dibilang, prosesor akan melakukan overclock secara otomatis. Hal ini hanya berlaku pada Intel i5 dan i7. Dasar dari prosesor Arrandale adalah untuk membuat sebuah perangkat mobile yang semakin simpel namun mempunyai tenaga untuk berbagai pekerjaan. CHIP akan mencoba memperkenalkan Arrandale pada Anda dengan melakukan berbagai tes, baik itu pada prosesor i3 dan i5 serta membandingkan dengan Prosesor Core 2 Duo. Selamat membaca.
{mospageberak}
SYSMark 2007
Hasil yang didapat dalam tes menggunakan benchmark Sysmark 2007 menunjukkan bahwa prosesor Arrandale i3 terlihat lebih kencang dibandingkan prosesor Core 2 Duo, walaupun prosesor i3 mempergunakan speed prosesor yang lebih rendah. Lonjakan kinerja yang diberikan patut diacungi jempol. Pada prosesor i5, hasil yang diberikan lebih tinggi lagi, mengingat i5 mempunyai Turbo Boost. Hasil yang lumayan mengejutkan adalah Intel i5 520M yang dapat menyaingi I7 Nehalem dengan speed 1.6 GHz yang mulai banyak digunakan pada kelas notebook kelas premium.
MobileMark 2007
Tes ini lebih ditekankan pada daya tahan baterai. CHIP sedikit kecewa karena prosesor Arrandale masih belum dapat menyaingi pembandingnya. Tetapi performance qualification yang dihasilkan jauh meninggalkan pembandingnya, walaupun menggunakan daya baterai yang sama persis. Ini mungkin yang masih harus dipenuhi Intel untuk menepati janjinya: membuat prosesor yang lebih hemat daya. Selain faktor tersebut, pabrikan pembuat notebook juga berperan penting dalam membuat perangkat notebook yang hemat daya. Pada akhirnya Arrandale masih belum dapat seperti yang diharapkan.
INFO
Intel i3 dan i5 Spesifikasi
{mospageberak}
3DMark 2006
Tes ini lebih ditekankan pada graphics. Menariknya graphics yang terpasang pada prosesor i3 mengalami peningkatan kinerja yang lumayan tinggi dibandingkan pesaingnya. Hal ini terbukti dari hasil yang didapat pada benchmark ini. Boleh dikatakan bahwa graphics yang terpasang menggunakan generasi yang lebih tinggi. Prosesor i5 menggunakan graphics dari pabrikan NVIDIA GeForce 310M pada prosesor i5 430M dan ATI Radeon 5470 pada i5 540M. Sayangnya, pada notebook yang menggunakan prosesor i5 tidak ada optional untuk memilih graphics Intel. Bila tersedia, maka daya tahan hidup akan lebih lama.
MediaShow Espresso
Dengan program ini, CHIP mencoba meperlihatkan kepada Anda kecepatam prosesor Intel i3 atau i5 dalam melakukan encoding sebuah film. Pada grafik di samping, Anda dapat melihat bahwa prosesor Arrandale dapat melakukan pekerjaan tersebut lebih cepat dibandingkan dengan pesaingnya, bahkan hasil yang didapat meninggalkan jauh pesaingnya dalam melakukan pekerjaan ini. Hal ini dilakukan hanya dengan menggunakan kekuatan prosesor saja tanpa bantuan GPU graphics.
Movie View
Sedikit banyak CHIP merasa sangat perlu untuk memperlihatkan cara sebuah perangkat mobile dapat memutar film resolusi HD dan resolusi DVD. Pada benchmark ini CHIP menitikberatkan pada daya tahan baterai yang dapat dicapai untuk melakukan pekerjaan ini, mengingat saat ini sebuah perangkat mobile mulai banyak digunakan untuk melakukan hal ini di waktu senggang. Dibandingkan dengan hasil yang didapat MobileMark 2007 jelas daya tahan hidupnya akan merosot. Tetapi yang menarik adalah waktu yang dihasilkan NVIDIA sama, baik untuk resolusi HD dan DVD. Sepertinya NVIDIA tidak dapat memainkan tenaga yang diperlukan sehingga selalu berjalan konstan. Hal ini berbeda dengan ATI Radeon dengan adanya utility ATI Power Play. Waktu yang dihasilkan berbeda ketika harus memutar resolusi HD dan pada resolusi DVD.
{mospagebreak}
WinZip AES
CHIP juga menyempatkan untuk melakukan tes kompresi file sebesar 1GB dengan menggunakan Winzip dengan kompresi AES 256Bit. Dalam melakukan pekerjaan ini masih tergantung kepada kecepatan prosesor yang dimiliki. Anda dapat melihat pesaingnya masih dapat mengungguli prosesor i3 yang memang mempunyai speed lebih rendah. Pekerjaan ini akan semakin cepat bila speed prosesor semakin tinggi.
Suhu Prosesor
Hal ini sangat menarik. CHIP sempat memantau suhu yang dihasilkan sebuah prosesor Arrandale dalam keadaan idle lalu full load dan kembali idle. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa suhu prosesor Arrandale dapat meningkat dengan cepat (tergantung speed yang digunakan) dan dapat turun dengan cepat pula dalam hitungan detik ketika prosesor menurunkan kinerjanya karena tidak melakukan pekerjaan apa pun. Menariknya prosesor i5 430M lebih dingin dibandingkan i3 330M dengan adanya Turbo Boost. Hal ini membuat prosesor i5 430M hanya berjalan pada speed 1.33GHz dalam keadaan idle pada mode power saver.
Left4Dead
Pada tes ini kami membagi menjadi dua bagian. Membandingkan graphics Intel yang ter-integrated dan graphics NVIDIA dengan ATI. Hasil yang didapat Anda masih dapat memainkan game Left4Dead pada resolusi native dengan menurunkan beberapa settingan untuk mendapatkan permainan yang nyaman dipandang mata pada graphics NVIDIA dan ATI. Pada graphics yang menggunakan Intel, Anda masih belum dapat berharap banyak untuk memainkan game ini pada resolusi native, Anda masih dapat bermain pada resolusi rendah dengan settingan rendah pada prosesor Intel i3 dan tidak sama sekali pada graphics pesaingnya.
{mospagebreak}
Resident Evil 5
Hal ini juga berlaku pada game Resident Evil 5. Namun Anda tidak dapat bermain pada resolusi native dan harus menurunkan settingan graphics pada level tidak terlalu tinggi pada graphics NVIDIA dan ATI untuk dapat memainkan game tersebut dengan mata nyaman. Pada graphics Intel, Anda sama sekali tidak dapat bermain pada resolusi rendah dan settingan graphics yang paling rendah sekalipun. Hal ini dapat dimaklumi karena Resident Evil 5 termasuk game 3D yang memerlukan tenaga yang besar baik itu CPU maupun GPU.
Kesimpulan
Cepat dengan Tenaga Ekstra
Arrandale i3 dan i5 tampil sebagai prosesor yang unik dan menarik. Hadir dengan basis Clakdale, graphics terintegrasi pada prosesor. Dengan dua core dan hyper-threading, membuat prosesor tersebut mempunyai kinerja yang tinggi dibandingkan dengan seri sebelumnya pada platform perangkat mobile atau notebook.
Performa prosesor Arrandale bisa dikatakan cepat. Dari hasil tes yang didapat membuat sebuah prosesor core 2 Duo dengan speed yang tinggi seperti tidak ada apa-apanya bila harus melawan Arrandale dengan speed yang lebih rendah.
Yang paling menarik dan hanya ada di Arrandale adalah Turbo Graphics yang membuatnya dapat berbagi TDP dengan CPU sesuai dengan kebutuhannya, hal tersebut membuat konsumsi daya yang diperlukan dapat ditekan seminim mungkin. Selain itu, Arrandale dilengkapi dengan Intel Turbo Boost pada seri i5 dan i7. Hal ini memungkinkan prosesor mempunyai tenaga ekstra bila diperlukan.
Untuk saat ini, harga yang ditawarkan sebuah perangkat notebook yang menggunakan prosesor i3 atau i5 yang ada dipasaran hampir sama persis dengan notebook yang menggunakan prosesor Core 2 Duo, alangkah baiknya Anda memilih yang sudah menggunakan prosesor i3 atau i5.
INFO
Intel Turbo Boost
Pada prosesor Intel i5 dan i7, Anda akan mendapatkan sebuah prosesor yang dapat berjalan lebih dari clock standard yang diberikan. Sebagai contoh, Intel i5 430M hanya mencantumkan speed 2.4 GHz tetapi bila aplikasi yang Anda gunakan memerlukan tambahan tenaga, prosesor tersebut dapat menaikkan kecepatannya hingga 2.93 GHz hanya dalam sekejap. Prosesor akan menjalankan Intel Turbo Boost secara otomatis tanpa perlu menginstal aplikasi. Pada notebok bahkan speednya dapat turun hingga 1.33GHz pada mode Power Saver.
{mospageberak}
Acer Aspire 4740
Walau hanya datang sendiri dengan menggunakan prosesor seri Intel i3 tidak membuatnya biasa saja. Hasil benchmark yang didapat pada Sysmark 2007 cukup membanggakan. Dibandingkan dengan pembandingnya, prosesor yang terpasang menghasilkan nilai yang lebih tinggi walaupun mempunyai kecepatan prosesor yang lebih rendah. Sayangnya, prosesor pada seri i3 tidak mengadopsi Intel Turbo Boost. Untuk graphics, mengalami peningkatan dibandingkan pendahulunya .Tetapi yang disayangkan, masih belum dapat digunakan untuk memainkan game 3D dengan sangat baik. Dengan hasil tes yang dilakukan, notebook ini mampu menjalankan aplikasi menengah dengan lancar. Untuk daya tahan baterai, notebook ini mempunyai daya tahan hidup yang tergolong baik, mengingat layar yang digunakan menggunakan layar ukuran 14 inci serta spesifikasi yang diberikan tergolong tinggi. Sayangnya desain yang digunakan masih mengusung Acer Aspire seri lama sebelumnya walaupun teknologi yang digunakan adalah yang terbaru dari Arrandale.
Acer Aspire 4740G
Dari segi desain, notebook ini tidak berbeda sama sekali dengan Acer Aspire 4740 yang menggunakan i3. Casing boleh sama tetapi yang terpasang di dalamnya beda. Acer Aspire 4740 menggunakan prosesor Intel i5 430M dan dilengkapi Intel Turbo Boost di dalamnya. Walaupun prosesor Intel i5 seri ini mempunyai graphics integrated Intel, seri ini lebih mempercayakan pada graphics langsiran dari NVIDIA. Dengan menggunakan graphics ini, Anda masih dapat mengajak notebook ini untuk bermain game dengan lancar dengan beberapa settingan yang harus dilakukan untuk dapat menjalankan game yang nyaman di mata. Yang menarik dari Acer Aspire 4740 adalah prosesornya mempunyai suhu yang paling dingin dibandingkan lainnya. Yang cukup membingungkan adalah pada tes memutar film resolusi HD dan DVD, notebook ini menghasilkan waktu yang sama persis. Hal ini sepertinya disebabkan graphics NVIDIA tidak dapat melakukan setting secara otomatis ketika sedang dalam keadaan terpakai penuh atau setengahnya sehingga kekuatannya sama saja.
Acer Aspire 5740G
Acer seri Aspire 5740G merupakan notebook yang datang ke CHIP dengan menggunakan prosesor Intel i5 terkencang untuk saat ini. Aspire 5740G menggunakan i3 seri 520M yang berjalan pada speed 2.4 GHz. Bila Turbo Boostnya jalan, Anda akan mendapatkan speed hingga 2.93 GHz. Dengan spesifikasi tersebut, ternyata angka yang dihasilkan pada tes Sysmark 2007 hampir menyamai hasil yang diberikan Intel i7 Nehalem 1.6 GHz yang mulai banyak Anda temukan pada notebook kelas premium. Prosesor tersebut membuat daya tahan hidup notebook ini melorot dibandingkan lainnya. Hal ini dapat dimaklumi mengingat spesifikasi dan layar yang diberikan paling besar dan kencang. Untuk desain notebook sendiri, Aspire 5740G masih sama dengan lainnya. Tetapi notebook ini menggunakan format keyboard full layaknya keyboard bagi desktop. Urusan graphics, Aspire 5740G mengunakan ATI Radeon 5470 512 MB, sehingga Anda masih dapat bermain game 3D tetapi tidak pada settingan dan resolusi tertinggi untuk dapat bermain dengan lancar dan nyaman di mata
by CHIP Team | March 17th, 2010 | Categories: Hardware
Janji Intel untuk membuat prosesor yang benar-benar baru pada tahun 2010 telah ditepati dengan diluncurkannya Intel i3 dan i5 dengan code Arrandale yang diklaim lebih bertenaga dibandingkan sebelumnya.
Intel akhirnya menghadirkan prosesor yang benar-benar baru yang ditujukan untuk perangkat mobile. Prosesor ini dikatakan baru karena tidak lagi menggunakan fabrikasi prosesor Core 2 Duo, tetapi sudah menggunakan fabrikasi 32nm. Dalam sebuah prosesor, Anda akan mendapatkan sebuah core CPU dan sebuah core GPU. Arsitektur yang digunakan sama persis dengan Clarkdale. Hanya saja pada prosesor Arrandale Anda akan mendapatkan sebuah prosesor dengan kode Wesmere dengan fabrikasi 32nm dan sebuah Intel graphics dengan fabrikasi 42nm. Hal ini akan membuat dimensi sebuah motherboard notebook menjadi lebih ramping dikarenakan GPU sudah ter-integrasi ke dalam prosesor. Generasi pertama Arrandale mempunyai TDP sebesar 35 watt termasuk untuk menyalakan GPU. TDP yang dicantumkan tidaklah mutlak karena bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan prosesor. Hal ini juga yang membuat prosesor Arrandale diklaim semakin irit daya. Tidak hanya itu, untuk kelas prosesor low voltage nantinya akan mempunyai TDP 18 watt sehingga daya yang digunakan semakin kecil. Untuk saat ini, prosesor yang tersedia baru Intel i3 dan i5. Nantinya, Intel akan meluncurkan untuk kelas i7. Apa yang membedakannya dengan prosesor desktop? Pada notebook CPU dan GPU akan berbagi konsumsi daya atau Intel menyebutnya dengan “Graphics Turbo”.
Cara kerjanya sangat simpel, bila sebuah aplikasi lebih mempergunakan CPU, maka daya yang dipakai akan diberikan kepada CPU untuk berkerja penuh dan GPU akan berkerja seminim mungkin. Ini juga berlaku sebaliknya, CPU dan GPU dapat berkerja maksimal bersamaan tergantung keperluan. Selain itu, pada prosesor i5 terdapat Intel Turbo Boost di mana prosesor dapat berkerja lebih dari clock sebenarnya bila diperlukan.
Bisa dibilang, prosesor akan melakukan overclock secara otomatis. Hal ini hanya berlaku pada Intel i5 dan i7. Dasar dari prosesor Arrandale adalah untuk membuat sebuah perangkat mobile yang semakin simpel namun mempunyai tenaga untuk berbagai pekerjaan. CHIP akan mencoba memperkenalkan Arrandale pada Anda dengan melakukan berbagai tes, baik itu pada prosesor i3 dan i5 serta membandingkan dengan Prosesor Core 2 Duo. Selamat membaca.
{mospageberak}
SYSMark 2007
Hasil yang didapat dalam tes menggunakan benchmark Sysmark 2007 menunjukkan bahwa prosesor Arrandale i3 terlihat lebih kencang dibandingkan prosesor Core 2 Duo, walaupun prosesor i3 mempergunakan speed prosesor yang lebih rendah. Lonjakan kinerja yang diberikan patut diacungi jempol. Pada prosesor i5, hasil yang diberikan lebih tinggi lagi, mengingat i5 mempunyai Turbo Boost. Hasil yang lumayan mengejutkan adalah Intel i5 520M yang dapat menyaingi I7 Nehalem dengan speed 1.6 GHz yang mulai banyak digunakan pada kelas notebook kelas premium.
MobileMark 2007
Tes ini lebih ditekankan pada daya tahan baterai. CHIP sedikit kecewa karena prosesor Arrandale masih belum dapat menyaingi pembandingnya. Tetapi performance qualification yang dihasilkan jauh meninggalkan pembandingnya, walaupun menggunakan daya baterai yang sama persis. Ini mungkin yang masih harus dipenuhi Intel untuk menepati janjinya: membuat prosesor yang lebih hemat daya. Selain faktor tersebut, pabrikan pembuat notebook juga berperan penting dalam membuat perangkat notebook yang hemat daya. Pada akhirnya Arrandale masih belum dapat seperti yang diharapkan.
INFO
Intel i3 dan i5 Spesifikasi
{mospageberak}
3DMark 2006
Tes ini lebih ditekankan pada graphics. Menariknya graphics yang terpasang pada prosesor i3 mengalami peningkatan kinerja yang lumayan tinggi dibandingkan pesaingnya. Hal ini terbukti dari hasil yang didapat pada benchmark ini. Boleh dikatakan bahwa graphics yang terpasang menggunakan generasi yang lebih tinggi. Prosesor i5 menggunakan graphics dari pabrikan NVIDIA GeForce 310M pada prosesor i5 430M dan ATI Radeon 5470 pada i5 540M. Sayangnya, pada notebook yang menggunakan prosesor i5 tidak ada optional untuk memilih graphics Intel. Bila tersedia, maka daya tahan hidup akan lebih lama.
MediaShow Espresso
Dengan program ini, CHIP mencoba meperlihatkan kepada Anda kecepatam prosesor Intel i3 atau i5 dalam melakukan encoding sebuah film. Pada grafik di samping, Anda dapat melihat bahwa prosesor Arrandale dapat melakukan pekerjaan tersebut lebih cepat dibandingkan dengan pesaingnya, bahkan hasil yang didapat meninggalkan jauh pesaingnya dalam melakukan pekerjaan ini. Hal ini dilakukan hanya dengan menggunakan kekuatan prosesor saja tanpa bantuan GPU graphics.
Movie View
Sedikit banyak CHIP merasa sangat perlu untuk memperlihatkan cara sebuah perangkat mobile dapat memutar film resolusi HD dan resolusi DVD. Pada benchmark ini CHIP menitikberatkan pada daya tahan baterai yang dapat dicapai untuk melakukan pekerjaan ini, mengingat saat ini sebuah perangkat mobile mulai banyak digunakan untuk melakukan hal ini di waktu senggang. Dibandingkan dengan hasil yang didapat MobileMark 2007 jelas daya tahan hidupnya akan merosot. Tetapi yang menarik adalah waktu yang dihasilkan NVIDIA sama, baik untuk resolusi HD dan DVD. Sepertinya NVIDIA tidak dapat memainkan tenaga yang diperlukan sehingga selalu berjalan konstan. Hal ini berbeda dengan ATI Radeon dengan adanya utility ATI Power Play. Waktu yang dihasilkan berbeda ketika harus memutar resolusi HD dan pada resolusi DVD.
{mospagebreak}
WinZip AES
CHIP juga menyempatkan untuk melakukan tes kompresi file sebesar 1GB dengan menggunakan Winzip dengan kompresi AES 256Bit. Dalam melakukan pekerjaan ini masih tergantung kepada kecepatan prosesor yang dimiliki. Anda dapat melihat pesaingnya masih dapat mengungguli prosesor i3 yang memang mempunyai speed lebih rendah. Pekerjaan ini akan semakin cepat bila speed prosesor semakin tinggi.
Suhu Prosesor
Hal ini sangat menarik. CHIP sempat memantau suhu yang dihasilkan sebuah prosesor Arrandale dalam keadaan idle lalu full load dan kembali idle. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa suhu prosesor Arrandale dapat meningkat dengan cepat (tergantung speed yang digunakan) dan dapat turun dengan cepat pula dalam hitungan detik ketika prosesor menurunkan kinerjanya karena tidak melakukan pekerjaan apa pun. Menariknya prosesor i5 430M lebih dingin dibandingkan i3 330M dengan adanya Turbo Boost. Hal ini membuat prosesor i5 430M hanya berjalan pada speed 1.33GHz dalam keadaan idle pada mode power saver.
Left4Dead
Pada tes ini kami membagi menjadi dua bagian. Membandingkan graphics Intel yang ter-integrated dan graphics NVIDIA dengan ATI. Hasil yang didapat Anda masih dapat memainkan game Left4Dead pada resolusi native dengan menurunkan beberapa settingan untuk mendapatkan permainan yang nyaman dipandang mata pada graphics NVIDIA dan ATI. Pada graphics yang menggunakan Intel, Anda masih belum dapat berharap banyak untuk memainkan game ini pada resolusi native, Anda masih dapat bermain pada resolusi rendah dengan settingan rendah pada prosesor Intel i3 dan tidak sama sekali pada graphics pesaingnya.
{mospagebreak}
Resident Evil 5
Hal ini juga berlaku pada game Resident Evil 5. Namun Anda tidak dapat bermain pada resolusi native dan harus menurunkan settingan graphics pada level tidak terlalu tinggi pada graphics NVIDIA dan ATI untuk dapat memainkan game tersebut dengan mata nyaman. Pada graphics Intel, Anda sama sekali tidak dapat bermain pada resolusi rendah dan settingan graphics yang paling rendah sekalipun. Hal ini dapat dimaklumi karena Resident Evil 5 termasuk game 3D yang memerlukan tenaga yang besar baik itu CPU maupun GPU.
Kesimpulan
Cepat dengan Tenaga Ekstra
Arrandale i3 dan i5 tampil sebagai prosesor yang unik dan menarik. Hadir dengan basis Clakdale, graphics terintegrasi pada prosesor. Dengan dua core dan hyper-threading, membuat prosesor tersebut mempunyai kinerja yang tinggi dibandingkan dengan seri sebelumnya pada platform perangkat mobile atau notebook.
Performa prosesor Arrandale bisa dikatakan cepat. Dari hasil tes yang didapat membuat sebuah prosesor core 2 Duo dengan speed yang tinggi seperti tidak ada apa-apanya bila harus melawan Arrandale dengan speed yang lebih rendah.
Yang paling menarik dan hanya ada di Arrandale adalah Turbo Graphics yang membuatnya dapat berbagi TDP dengan CPU sesuai dengan kebutuhannya, hal tersebut membuat konsumsi daya yang diperlukan dapat ditekan seminim mungkin. Selain itu, Arrandale dilengkapi dengan Intel Turbo Boost pada seri i5 dan i7. Hal ini memungkinkan prosesor mempunyai tenaga ekstra bila diperlukan.
Untuk saat ini, harga yang ditawarkan sebuah perangkat notebook yang menggunakan prosesor i3 atau i5 yang ada dipasaran hampir sama persis dengan notebook yang menggunakan prosesor Core 2 Duo, alangkah baiknya Anda memilih yang sudah menggunakan prosesor i3 atau i5.
INFO
Intel Turbo Boost
Pada prosesor Intel i5 dan i7, Anda akan mendapatkan sebuah prosesor yang dapat berjalan lebih dari clock standard yang diberikan. Sebagai contoh, Intel i5 430M hanya mencantumkan speed 2.4 GHz tetapi bila aplikasi yang Anda gunakan memerlukan tambahan tenaga, prosesor tersebut dapat menaikkan kecepatannya hingga 2.93 GHz hanya dalam sekejap. Prosesor akan menjalankan Intel Turbo Boost secara otomatis tanpa perlu menginstal aplikasi. Pada notebok bahkan speednya dapat turun hingga 1.33GHz pada mode Power Saver.
{mospageberak}
Acer Aspire 4740
Walau hanya datang sendiri dengan menggunakan prosesor seri Intel i3 tidak membuatnya biasa saja. Hasil benchmark yang didapat pada Sysmark 2007 cukup membanggakan. Dibandingkan dengan pembandingnya, prosesor yang terpasang menghasilkan nilai yang lebih tinggi walaupun mempunyai kecepatan prosesor yang lebih rendah. Sayangnya, prosesor pada seri i3 tidak mengadopsi Intel Turbo Boost. Untuk graphics, mengalami peningkatan dibandingkan pendahulunya .Tetapi yang disayangkan, masih belum dapat digunakan untuk memainkan game 3D dengan sangat baik. Dengan hasil tes yang dilakukan, notebook ini mampu menjalankan aplikasi menengah dengan lancar. Untuk daya tahan baterai, notebook ini mempunyai daya tahan hidup yang tergolong baik, mengingat layar yang digunakan menggunakan layar ukuran 14 inci serta spesifikasi yang diberikan tergolong tinggi. Sayangnya desain yang digunakan masih mengusung Acer Aspire seri lama sebelumnya walaupun teknologi yang digunakan adalah yang terbaru dari Arrandale.
Acer Aspire 4740G
Dari segi desain, notebook ini tidak berbeda sama sekali dengan Acer Aspire 4740 yang menggunakan i3. Casing boleh sama tetapi yang terpasang di dalamnya beda. Acer Aspire 4740 menggunakan prosesor Intel i5 430M dan dilengkapi Intel Turbo Boost di dalamnya. Walaupun prosesor Intel i5 seri ini mempunyai graphics integrated Intel, seri ini lebih mempercayakan pada graphics langsiran dari NVIDIA. Dengan menggunakan graphics ini, Anda masih dapat mengajak notebook ini untuk bermain game dengan lancar dengan beberapa settingan yang harus dilakukan untuk dapat menjalankan game yang nyaman di mata. Yang menarik dari Acer Aspire 4740 adalah prosesornya mempunyai suhu yang paling dingin dibandingkan lainnya. Yang cukup membingungkan adalah pada tes memutar film resolusi HD dan DVD, notebook ini menghasilkan waktu yang sama persis. Hal ini sepertinya disebabkan graphics NVIDIA tidak dapat melakukan setting secara otomatis ketika sedang dalam keadaan terpakai penuh atau setengahnya sehingga kekuatannya sama saja.
Acer Aspire 5740G
Acer seri Aspire 5740G merupakan notebook yang datang ke CHIP dengan menggunakan prosesor Intel i5 terkencang untuk saat ini. Aspire 5740G menggunakan i3 seri 520M yang berjalan pada speed 2.4 GHz. Bila Turbo Boostnya jalan, Anda akan mendapatkan speed hingga 2.93 GHz. Dengan spesifikasi tersebut, ternyata angka yang dihasilkan pada tes Sysmark 2007 hampir menyamai hasil yang diberikan Intel i7 Nehalem 1.6 GHz yang mulai banyak Anda temukan pada notebook kelas premium. Prosesor tersebut membuat daya tahan hidup notebook ini melorot dibandingkan lainnya. Hal ini dapat dimaklumi mengingat spesifikasi dan layar yang diberikan paling besar dan kencang. Untuk desain notebook sendiri, Aspire 5740G masih sama dengan lainnya. Tetapi notebook ini menggunakan format keyboard full layaknya keyboard bagi desktop. Urusan graphics, Aspire 5740G mengunakan ATI Radeon 5470 512 MB, sehingga Anda masih dapat bermain game 3D tetapi tidak pada settingan dan resolusi tertinggi untuk dapat bermain dengan lancar dan nyaman di mata
tips memilih motherboar baru
Tips Memilih Motherboard pada PC Desktop Rakitan atau komputer rakitan
Seperti kita ketahui bahwa saat ini penggunaan PC Desktop sudah umum untuk mendukung aktivitas kita sehari-hari, baik dari sisi pekerjaan maupun hiburan. Untuk itu, diperlukan suatu pengetahuan (knowledge) yang memadai dari sisi arsitektur & periferal PC tersebut agar kita dapat menggunakannya dengan optimal.
Di Indonesia umumnya, kebanyakan PC Desktop yang beredar adalah tipe PC rakitan. Istilah PC rakitan mengacu pada sebuah PC Desktop yang dirakit sendiri secara swadaya oleh pemiliknya, atau dirakit oleh sebuah dealer lokal dan teknisi komputer freelance. Kelebihan PC rakitan adalah dari sisi fleksibilitas fitur, spesifikasi, kemudanan upgrade sampai ke harga yang lebih miring. Istilah ini untuk membedakannya dengan PC Branded (bermerek) yang biasanya memiliki “kelebihan” sebaliknya, yaitu : Fitur kurang fleksibel (sudah ditentukan oleh produsennya), spesifikasi sudah fix, susah di-upgrade (karena harus melalui perwakilan resmi produsen) dan harganya sedikit lebih mahal daripada PC rakitan.
Jika anda sudah memutuskan untuk membeli PC rakitan, ada baiknya mengetahui dulu arsitektur & periferal yang menentukan dari sebuah PC. Perangkat terpenting PC sebetulnya adalah Motherboard (atau Mainboard). Sebegitu pentingnya perangkat ini, hingga dinamakan sebagai “Mother”. Ini artinya Motherboard adalah sebuah perangkat utama yang menjadi platform/dasar dari sebuah PC. Dapat dikatakan, sebuah PC sebetulnya dibangun dan memiliki spesikasi sesuai dengan Motherboard yang digunakan. Semua devices & periferal seperti Processor, RAM, Hard Drive, VGA Card sampai ke Mouse/Keyboard semuanya berhubungan dan “dicolokkan” pada Motherboard.
Dibawah ini merupakan tips memilih Motherboard yang baik:
Carilah Motherboard yang berharga terjangkau & sesuai dengan tujuan penggunaan PC.
Yang paling penting pada saat membeli produk adalah budget dana yang tersedia. Sesuai dengan harganya Motherboard dibagi menjadi 3 segmen, yaitu : Value (terjangkau), Mainstream (menengah) & High End (kelas atas). Tentukan dulu tujuan penggunaan PC, apabila hanya digunakan untuk keperluan standar/administrasi sebaiknya gunakan tipe Value, jika untuk pemakaian home-entertainment bisa menggunakan mainstream dan seterusnya.
Tentukan form-design (ukuran) chassis yang ingin digunakan.
Motherboard memiliki dua ukuran, yang disebut ATX dan Micro-ATX. Ini mengacu pada chassis (casing / CPU) yang digunakan. ATX berukuran standar (Tower PC), sedangkan Micro-ATX berukuran lebih kecil (Mini Tower PC). Umumnya Motherboard Value menggunakan form-design Micro-ATX.
Pilihlah chipset yang tepat.
Chipset merupakan “jantung” dari Motherboard, dan sangat menentukan spesifikasi dari Motherboard yang digunakan. Motherboard terbaik selalu menggunakan chipset terbaik pula. Pilihlah chipset dengan teknologi paling akhir, agar dapat menggunakan devices & periferal terbaru. Contohnya : mendukung Processor Intel LGA775, RAM DDR/DDR2, Hard Disk Serial ATA, dsb. Produsen chipset yang umum di Indonesia antara lain : Intel, Via dan SiS.
Pastikan Motherboard mendukung Processor mutakhir, terutama dari Intel.
Intel merupakan “penentu” teknologi PC di dunia. Hampir semua standar PC dibuat oleh perusahaan ini, jadi sebaiknya kita menggunakan platform yang saling terkait dengan Intel, misalnya : Motherboard yang mendukung processor Intel. Selain itu produk-produk Intel biasanya juga mendukung fitur-fitur motherboard yang mutakhir seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya.
Fasilitas fitur terintegrasi (on-board).
Fasilitas terintegrasi adalah fitur tambahan yang telah disertakan pada Motherboard tersebut, sehingga kita tidak perlu membeli periferal tambahan. Contoh fitur terintegrasi (on-board) antara lain : Grafics Integrated (VGA Card), Audio System, LAN, USB, dsb. Dengan adanya fasilitas ini, maka kita bisa berhemat karena bisa langsung digunakan.
Garansi yang memadai & jaminan purna jual yang baik.
Garansi sangat penting untuk menjamin apabila suatu waktu PC kita mengalami masalah (trouble), sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perbaikannya. Carilah merek yang betul-betul memiliki garansi riil dan dapat dipercaya. Saat ini rata-rata Motherboard memiliki garansi 1 – 3 tahun. Garansi juga terkait dengan layanan purna jual, dimana kita membeli devices tambahan atau komplain mengenai produk yang kita. Artinya penting buat kita untuk membeli Motherboard pada dealer yang cukup bonafid.
Ketersediaan Driver pendukung.
Driver adalah aplikasi yang berfungsi untuk “memperkenalkan” devices atau periferal yang dipasang pada Motherboard, misalnya VGA Card, Printer, CD ROM dan sebagainya. Tanpa driver, perangkat tersebut tidak dapat berjalanan atau dikenali oleh sistem PC. Pastikan Motherboard telah dilengkapi dengan CD Driver yang up-to-dated sehingga dapat mengenali perangkat terbaru.
Kompatibilitas sistem dengan berbagai modul card tambahan.
Kompatibilitas maksudnya adalah kesesuaian devices & periferal pada Motherboard agar semua sistem dapat bekerja dengan sesuai. Misalnya, apakah tipe RAM atau VGA Card yang kita gunakan dapat berjalan baik dengan Motherboard tersebut. Kompatibilitas merupakan poin penting, karena jika ada satu perangkat yang tidak cocok berarti PC secara keseluruhan tidak dapat digunakan. Untuk mengetahui kompatibilitas, dapat di cek pada dealer yang menjual atau membaca buku manual (guide book) yang tersedia.
Mencari referensi produk-produk Motherboard dari relasi atau media.
Untuk memperkuat pengetahuan sebelum membeli Motherboard, ada baiknya kita membaca referensi yang banyak tersedia di majalah komputer, buku atau internet. Kita juga dapat bertanya kepada relasi yang sudah ahli. Sekarang ini banyak tersedia resource informasi mengenai arsitektur PC apabila kita membutuhkannya. Dengan pengetahuan yang memadai akan mengurangi resiko salah beli atau harga yang terlampau mahal.
Kelengkapan Motherboard.
Terakhir yang tak kalah penting adalah kelengkapan pada Motherboard. Ketika membeli suatu Motherboard box-packaged haruslah menyertakan CD Driver, Buku Manual (Guide Book), Kabel ATA/SATA/Floppy dan Back-panel (berfungsi untuk pelapis bagian belakang casing sebagai tempat konektor). Item diatas minimal harus ada, karena kita tidak dapat merakit PC tanpanya.
Seperti kita ketahui bahwa saat ini penggunaan PC Desktop sudah umum untuk mendukung aktivitas kita sehari-hari, baik dari sisi pekerjaan maupun hiburan. Untuk itu, diperlukan suatu pengetahuan (knowledge) yang memadai dari sisi arsitektur & periferal PC tersebut agar kita dapat menggunakannya dengan optimal.
Di Indonesia umumnya, kebanyakan PC Desktop yang beredar adalah tipe PC rakitan. Istilah PC rakitan mengacu pada sebuah PC Desktop yang dirakit sendiri secara swadaya oleh pemiliknya, atau dirakit oleh sebuah dealer lokal dan teknisi komputer freelance. Kelebihan PC rakitan adalah dari sisi fleksibilitas fitur, spesifikasi, kemudanan upgrade sampai ke harga yang lebih miring. Istilah ini untuk membedakannya dengan PC Branded (bermerek) yang biasanya memiliki “kelebihan” sebaliknya, yaitu : Fitur kurang fleksibel (sudah ditentukan oleh produsennya), spesifikasi sudah fix, susah di-upgrade (karena harus melalui perwakilan resmi produsen) dan harganya sedikit lebih mahal daripada PC rakitan.
Jika anda sudah memutuskan untuk membeli PC rakitan, ada baiknya mengetahui dulu arsitektur & periferal yang menentukan dari sebuah PC. Perangkat terpenting PC sebetulnya adalah Motherboard (atau Mainboard). Sebegitu pentingnya perangkat ini, hingga dinamakan sebagai “Mother”. Ini artinya Motherboard adalah sebuah perangkat utama yang menjadi platform/dasar dari sebuah PC. Dapat dikatakan, sebuah PC sebetulnya dibangun dan memiliki spesikasi sesuai dengan Motherboard yang digunakan. Semua devices & periferal seperti Processor, RAM, Hard Drive, VGA Card sampai ke Mouse/Keyboard semuanya berhubungan dan “dicolokkan” pada Motherboard.
Dibawah ini merupakan tips memilih Motherboard yang baik:
Carilah Motherboard yang berharga terjangkau & sesuai dengan tujuan penggunaan PC.
Yang paling penting pada saat membeli produk adalah budget dana yang tersedia. Sesuai dengan harganya Motherboard dibagi menjadi 3 segmen, yaitu : Value (terjangkau), Mainstream (menengah) & High End (kelas atas). Tentukan dulu tujuan penggunaan PC, apabila hanya digunakan untuk keperluan standar/administrasi sebaiknya gunakan tipe Value, jika untuk pemakaian home-entertainment bisa menggunakan mainstream dan seterusnya.
Tentukan form-design (ukuran) chassis yang ingin digunakan.
Motherboard memiliki dua ukuran, yang disebut ATX dan Micro-ATX. Ini mengacu pada chassis (casing / CPU) yang digunakan. ATX berukuran standar (Tower PC), sedangkan Micro-ATX berukuran lebih kecil (Mini Tower PC). Umumnya Motherboard Value menggunakan form-design Micro-ATX.
Pilihlah chipset yang tepat.
Chipset merupakan “jantung” dari Motherboard, dan sangat menentukan spesifikasi dari Motherboard yang digunakan. Motherboard terbaik selalu menggunakan chipset terbaik pula. Pilihlah chipset dengan teknologi paling akhir, agar dapat menggunakan devices & periferal terbaru. Contohnya : mendukung Processor Intel LGA775, RAM DDR/DDR2, Hard Disk Serial ATA, dsb. Produsen chipset yang umum di Indonesia antara lain : Intel, Via dan SiS.
Pastikan Motherboard mendukung Processor mutakhir, terutama dari Intel.
Intel merupakan “penentu” teknologi PC di dunia. Hampir semua standar PC dibuat oleh perusahaan ini, jadi sebaiknya kita menggunakan platform yang saling terkait dengan Intel, misalnya : Motherboard yang mendukung processor Intel. Selain itu produk-produk Intel biasanya juga mendukung fitur-fitur motherboard yang mutakhir seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya.
Fasilitas fitur terintegrasi (on-board).
Fasilitas terintegrasi adalah fitur tambahan yang telah disertakan pada Motherboard tersebut, sehingga kita tidak perlu membeli periferal tambahan. Contoh fitur terintegrasi (on-board) antara lain : Grafics Integrated (VGA Card), Audio System, LAN, USB, dsb. Dengan adanya fasilitas ini, maka kita bisa berhemat karena bisa langsung digunakan.
Garansi yang memadai & jaminan purna jual yang baik.
Garansi sangat penting untuk menjamin apabila suatu waktu PC kita mengalami masalah (trouble), sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perbaikannya. Carilah merek yang betul-betul memiliki garansi riil dan dapat dipercaya. Saat ini rata-rata Motherboard memiliki garansi 1 – 3 tahun. Garansi juga terkait dengan layanan purna jual, dimana kita membeli devices tambahan atau komplain mengenai produk yang kita. Artinya penting buat kita untuk membeli Motherboard pada dealer yang cukup bonafid.
Ketersediaan Driver pendukung.
Driver adalah aplikasi yang berfungsi untuk “memperkenalkan” devices atau periferal yang dipasang pada Motherboard, misalnya VGA Card, Printer, CD ROM dan sebagainya. Tanpa driver, perangkat tersebut tidak dapat berjalanan atau dikenali oleh sistem PC. Pastikan Motherboard telah dilengkapi dengan CD Driver yang up-to-dated sehingga dapat mengenali perangkat terbaru.
Kompatibilitas sistem dengan berbagai modul card tambahan.
Kompatibilitas maksudnya adalah kesesuaian devices & periferal pada Motherboard agar semua sistem dapat bekerja dengan sesuai. Misalnya, apakah tipe RAM atau VGA Card yang kita gunakan dapat berjalan baik dengan Motherboard tersebut. Kompatibilitas merupakan poin penting, karena jika ada satu perangkat yang tidak cocok berarti PC secara keseluruhan tidak dapat digunakan. Untuk mengetahui kompatibilitas, dapat di cek pada dealer yang menjual atau membaca buku manual (guide book) yang tersedia.
Mencari referensi produk-produk Motherboard dari relasi atau media.
Untuk memperkuat pengetahuan sebelum membeli Motherboard, ada baiknya kita membaca referensi yang banyak tersedia di majalah komputer, buku atau internet. Kita juga dapat bertanya kepada relasi yang sudah ahli. Sekarang ini banyak tersedia resource informasi mengenai arsitektur PC apabila kita membutuhkannya. Dengan pengetahuan yang memadai akan mengurangi resiko salah beli atau harga yang terlampau mahal.
Kelengkapan Motherboard.
Terakhir yang tak kalah penting adalah kelengkapan pada Motherboard. Ketika membeli suatu Motherboard box-packaged haruslah menyertakan CD Driver, Buku Manual (Guide Book), Kabel ATA/SATA/Floppy dan Back-panel (berfungsi untuk pelapis bagian belakang casing sebagai tempat konektor). Item diatas minimal harus ada, karena kita tidak dapat merakit PC tanpanya.
Langganan:
Komentar (Atom)
